E-Book: Kaidah Emas di dalam Mengenal Hadits Shahih dan Dha’if

Berikut ini merupakan kaidah-kaidah yang mesti dilalui oleh seorang peneliti hadits atau pengkritik (nuqad) ketika menghukumi suatu hadits akan keshahihan atau kedha’ifannya. Ketahuilah –semoga Alloh merohmatiku dan anda- bahwa menghukumi suatu hadits, baik itu keshahihan atau kedha’ifannya, melalui dua cara :
Cara Pertama :  menghukumi sanad zhahirnya saja tanpa menilai matannya.
Cara kedua :  menghukumi sanadnya secara bathin1, dimana di sini matannya juga dihukumi (atau dengan kata lain, menghukumi hadits secara keseluruhan).

Apabila suatu sanad selamat dari keseluruhan ‘ilal (cacat/penyakit) yang  zhahir (tampak), telah tsabat (tetap) akan sifat  ’adalah dan  dhabit para perawinya, dan telah  shahih akan  sima’ (mendengar)-nya perawi antara satu dengan lainnya, maka sanadnya shahih secara zhahir.

Apabila didapatkan sebuah  ’illah (cacat) dari cacat-cacat  zhahir (di atas) maka sanadnya ditolak tidak diterima. Apabila kedha’ifan di dalam sanad lebih dekat dan memiliki kemungkinan (shahih) maka akan menjadi  sholih (baik) dengan  mutaba’at (penyerta) dan syawahid.

[DOWNLOAD]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s