E-Book: Dibalik Teori Evolusi “From The Originally Book Man & Nature” “Menguak Sisi Inscientific Teori Evolusi Darwinisme”

EVOLUSIArkeologi merupakan bidang ilmu yang masih jauh dari kesempurnaan, tidak ada seorang pun yang bisa mengklaim bahwa pencarian di bawah lapisan bumi atau laut telah selesai. Pintu masih terbuka untuk penemuan lebih jauh yang bisa jadi kontradiksi dengan dengan
teori. Seandainya pun usaha eksplorasi terhadap bukti-bukti arkeologis yang berkaitan dengan teori evolusi diasumsikan telah selesai, maka tetap tidak dapat membuktikan bahwa makhluk yang lebih ”tinggi” berkembang dari makhluk yang lebih ”rendah”. Hanya saja bukti arkeologis tersebut merupakan bukti eksistensi terorganisasi makhluk tersebut (apapun bentuknya) ketika lingkungan cocok untuk kehidupannya. Di sisi lain sebuah studi arkeologis pada masa Darwin memperkirakan lama umur manusia di bumi adalah 600.000 tahun, sedangkan penemuan arkeologis terbaru memberikan sebuah perkiraanb gambaran 1 juta tahun. Hal ini menunjukkan bahwa studi ilmu arkeologi belumlah selesai dan ilmu pengetahuan ini masihlah berubah-ubah.

Hal yang juga penting untuk dicatat bahwa terdapat cukup banyak “missing link” (tautan yang hilang) pada “rantai evolusi” teori Darwin. Sebagai contoh, tidak ada data atau bukti arkeologis yang dapat menjelaskan hubungan antara organisme sel tunggal dengan organisme ber-sel banyak, serta tidak ada data yang dapat menjelaskan hubungan antara hewan invertebrata dengan ikan ataupun kelompok amfibia. Hal yang sama juga terhadap amfibia dengan reptilia dan antara amfibia dengan burung.

Catatan mengenai Embrio merupakan suatu kesimpulan yang keliru yang dibuat oleh para ilmuwan disebabkan oleh minimnya mikroskop yang canggih pada zaman Darwin. Teknologi hari ini menunjukkan adanya perbedaan yang tajam dalam hal struktur, tubuh dan organisasi dari embrio setiap hewan.

Catatan mengenai Appendix (umbai cacing) pada manusia tidaklah menunjukkan bukti yang kongkret akan adanya perkembangan manusia dari kera. Bahkan, keberadaaan organ ini, diwarisi dari nenek moyang yang masih bergantung kepada vegetasi tumbuhan sebagai sumber makanannya untuk membantunya mencernakan tumbuhan. Sebagai tambahan, bisa jadi masih ada fungsi penting lainnya dari appendix yang belum ditemukan.

[DOWNLOAD

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s