E-Book: Kelemahan Kaum Muslimin Di Mata Musuh

kelemahankaummusliminebookPara pengamat muslim, orang-orang yang mempunyai rasa cemburu yang tinggi terhadap agama ini, dan para penggagas ide-ide islami, mereka sangat perhatian dengan keadaan kaum muslimin dan permasalahan yang sedang mereka hadapi.

Hal tersebut begitu menyibukkan mereka, sehingga mereka terpacu untuk berfikir; apakah sebenarnya faktor yang menyebabkan kelemahan dan keterpurukan kaum muslimin di mata musuh-musuhnya, penyebab perpecahan dan perselisihan di antara mereka sendiri, dan penyebab berkuasanya musuh atas mereka, sehingga sebagian negeri kaum muslimin dapat dirampas oleh mereka.

Setelah mereka mengetahui hal tersebut di atas -dimana hal itu sudah sangat jelas-. Perhatian mereka mulai tertuju kepada cara untuk menanggulangi kasus tersebut yang telah mengakibatkan keterpurukan dan kelemahan bagi kaum muslimin -dan hal tersebut pun sudah sangat jelas-. Akan tetapi semua ini mesti disebarkan dan dijelaskan, karena di antara sebab utama dari kesembuhan dan keselamatan adalah dengan mengidentifikasi penyakit, kemudian berusaha menganggulangi dengan obat penawarnya.

Seseorang yang sakitpun tatkala mengetahui penyakit dan obat penawarnya, tentu ia akan berusaha mengkonsumsi dan mengobati penyakitnya tersebut. Itulah tabiat manusia berakal yang mendambakan kehidupan dan menginginkan keselamatan dari berbagai penyakit. Terasa penting baginya untuk mendeteksi penyakit yang ia derita, kemudian mengatasi dengan obat penawarnya.

Namun, sebagian orang terkadang lengah akan bersemayamnya penyakit dalam diri yang mulai menguasainya. Sehingga ia merasa rela dan keenakan dengan penyakit tersebut, sampai perasaan hatinya menjadi padam. Ia tidak peduli dengan orang yang berusaha untuk memberikan penawarnya, sebab penyakit tersebut telah mendarah daging dan menjadi tabiatnya. Ia pun merasa nyaman dan puas dengan penyakit yang telah menetap bersamanya. Semua itu tak lain lagi disebabkan oleh penyimpangan dan kelemahan mata hatinya. Juga disebabkan oleh hawa nafsu yang telah menguasai dirinya, menguasai akal sehatnya, hatinya, dan segala perilakunya. Sebagaimana yang terjadi pada kebanyakan orang yang tidak peduli terhadap agama sebagai solusi penawar dan obat dari penyakit-penyakit tersebut. 

Kebanyakan manusia pun merasa nikmat dan nyaman dengan berbagai penyakit dan keburukan yang menetap pada dirinya. Sehingga semua itu dapat melemahkan dan menghentikan aktivitas-aktivitas mereka. Benar-benar menjadikan mereka kebal dengan keberadaan penyakit tersebut, dan tiada merasakan dampak yang akan ditimbulkannya, cepat atau lambat. Mereka tidak mau mencari-cari dan tidak antusias dengan solusi penyembuhannya, meskipun telah disifatkan dan dijelaskan kepada mereka, meskipun hal tersebut dekat dengan mereka, ternyata mereka tidak peduli dengan ini semua. Tidaklah hal ini terjadi melainkan akibat racun penyakit yang telah menguasainya, kesenangan jiwanya terhadap hal tersebut, kesamaran bahaya yang akan menimpanya dan tidak adanya himmah ‘aliyah (semangat yang tinggi) untuk meraih cita-cita yang tinggi pula.

[DOWNLOAD]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s