Artikel: Ini Cuma Sebentar…. !

Hidup Ini Cuma Sebentar…. !

akhiratPernahkan kita mengamati, berapa lama hidup yang telah kita lalui ?.

Kalau belum, mari kita tengok sejenak ke belakang, saat kita masih kanak-kanak; main ‘boneka-bonekaan’, main ‘mobil-mobilan’, main ‘hujan-hujanan’ dan main  ‘masak-masakan’…. Masa-masa yang indah bukan?. Lalu kini, usia kita sudah di atas dua puluh atau tiga puluh tahun, ada yang sudah berkeluarga, bahkan ada yang sudah beranak cucu. Perhatikanlah….telah berapa lama kita hidup ?…, ternyata seperti baru ‘kemarin’ saja.

Kita mungkin merasa bahwa kita masih lama menjadi kakek-nenek, tapi tanyalah kakek-nenek kita. Merekapun akan merasakan bahwa masa kanak-kanak dan masa mudanya, seperti baru kemarin saja.

Kesimpulannya, hidup ini cuma sebentar….. !

Allah-pun telah mengabarkan bagaimana perasaan orang-orang dihari kiamat nanti tentang lama mereka tinggal di dunia;

“Pada hari mereka melihat hari berbangkit, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari” (QS. an-Nazi’at : 46)

Apa gunanya kita mengingat hal tersebut ?

Jika kita sadar sepenuhnya bahwa hidup ini sebentar saja, kemudian ada kehidupan berikutnya yang kekal dan abadi di mana kebahagiaan kita dan kesengsaran kita pada hari itu sangat ditentukan pada apa yang kita lakukan sekarang, maka kesadaran tersebut akan membuat kita semakin pandai ‘berhitung’.

Dalam artian, kita akan berupaya sedapat mungkin menggunakan waktu yang singkat ini untuk kebahagian kita yang abadi kelak, walaupun itu artinya kita berlelah-lelah, melipatgandakan kesabaran, dan menahan hawa nafsu kita serta harus melewati berbagai rintangan dan cobaan dalam ketaatan dan ketaqwaan.

Dan sebaliknya, kita tidak akan pernah bersedia mengejar kesenangan sesaat, kenikmatan semu dan berbagai hiasan setan dalam berbagai bentuk kemaksiatan, jika taruhannya adalah kesengsaraan abadi di hari kiamat.

Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Rasulullah, yang mengabarkan kepada kita bahwa nanti di hari kiamat akan didatangkan seorang yang di dunia hidupnya paling senang, namun dia termasuk penghuni neraka, maka setelah dirinya dicelupkan sekali saja ke dalamnya, !alu ditanya kepadanya: “Pernahkan kamu merasakan kenikmatan sebelum ini ?”, dia menjawab: “Saya sama sekali belum pernah merasakan kenikmatan sebelumnya !”. Sebaliknya, didatangkan orang yang di dunia paling menderita, namun dia menjadi penghuni syurga, kemudian ketika dirinya dicelupkan sekali saja ke dalamnya, lalu ditanya kepadanya: “Pernahkah kamu merasakan kesengsaraan sebelum ini ?”, dia menjawab: “Saya sama sekali belum pernah sengsara sebelum ini “.

Sadarilah, hidup ini cuma sebentar, namun dari yang sebentar ini, kehidupan kita yang abadi berikutnya ditentukan….

Semoga Allah Ta’ala memberikan kita hidayah untuk menyadari arti kehidupan ini yang sebenarnya. Amin

Ref. Abdullah Haidir

Recent Posts:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s