Artikel: “Apa Kata Orang”, atau “Apa Kata Allah” ?

membayangkan-300x208Dengarkanlah cerita saya : “Suatu hari, ada seorang tua bersama anaknya yang masih kecil membeli seekor keledai di sebuah pasar. Selesai membeli, mereka kembali dengan membawa seekor keledai. Di tengah perjalanan, orang-orang yang melihat mereka saling berbisik, rupanya mereka mencemooh orang tua tersebut yang menunggang keledai sementara anak kecilnya berjalan kaki menuntun keledai, “Tega-teganya anak sekecil itu disuruh jalan kaki”. Akhirnya sang orang tua memerintahkan anaknya untuk menunggang keledai sementara dia berjalan kaki. Narrvun orang-orang yang melihatnya juga mencemoohnya, “dasar anak tidak tahu diri, orang tuanya malah disuruh jalan kaki”… begitu celoteh mereka.

Kali ini orang tua dan anaknya tersebut berjalan kaki menuntun keledainya, namun tetap saja orang-orang yang mencemoohnya, “Buat apa belt keledai kalau tidak ditunggangi..”. Terakhir, orang tua tersebut dan anaknya sama-sama menunggang keledai itu, apa yang terjadi ?, ternyata itupun tetap mengundang komentar negatif; “dasar ngga punya ‘kepribinatangan’, keledai kecil seperti itu dinaiki berdua…”…

Pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah di atas adalah, jika perhatian kita dalam hidup ini hanya berpusat terhadap “apa kata orang ?”, maka hidup kita akan sangat melelahkan dan tidak tenang. Sebab sekian banyak manusia yang kita ternui sangat beragam keinginannya, bahkan satu orang saja, bisa jadi memiliki pandangan beragam dan berubah-ubah.

Maka benarlah kalau ada orang bijak berkata :

“Keridhoan   semua   manusia   adalah   tujuan   yang   tak   akan tercapai”

Karena itu, Saudaraku, agar hidup kita lebih ringan dan mantap, maka hidup hams kita pusatkan terhadap “apa kata Allah ?”. Sebab Allah hanya satu, Dia Maha Esa, dan apa yang Dia tetapkan, ingini dan senangi, tidak pernah berubah sejak dulu hingga sekarang, bahkan hingga akhir kiamat. Baik dalam masalah keyakinan, ibadah maupun akhlak. Berbedakah Tauhid yang Allah minta dari kita, dulu dan sekarang ?, berbedakah shalat yang Allah tuntut kepada kita, dulu dan sekarang ?, berbedakah standar pakaian, pergaulan, makanan dll, yang Allah ridhoi sejak dahulu hingga sekarang ?. Semuanya tidak ada yang berubah sejak dahulu hingga sekarang.

Bandingkan perbedaannya, orang yang hidup dengan standar berbeda-beda dengan orang yang hidup dengan pedoman yang mantap dan tidak berubah-ubah.

Lagi pula ketika hidup kita mengejar keridhoan Allah, maka dengan Kekuasaan-Nya, Allah Ta’ala akan menggiring manusia untuk ridho kepadanya. Jika sebaliknya, maka hasilnyapun akan terjadi sebaliknya

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda :

“Siapa yang berusaha mendapatkan ridho Allah sekalipun dengan resiko kemarahan manusia, maka Allah meridhoinya dan menjadikan manusia ridho kepadanya. Dan siapa berusaha mendapatkan ridho manusia dengan melakukan apa yang membuatk Allah murka, maka Allah murka kepadanya dan menjadikan manusia marah kepadanya” (Riwayat Ibnu Hibban)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s