Artikel: Kenalilah Dengan Baik Adat Istiadat Setempat, Oleh : Abdullah Haidir

rumah-adt-sum-baratKata orang tua kita, di mana kaki berpijak di situ langit dijunjung. Kata-kata yang bijak ini sangat tepat bagi kita yang sedang berada di rantau, meskipun bukan berarti penerapannya bersifat mutlak.

Namun yang penting adalah bagaimana kita dapat memahami adat istiadat dan budaya setempat. Paling tidak hal tersebut akan membantu kita untuk menata diri dalam pergaulan. Hal ini sangat banyak membantu kita untuk dapat diterima dengan baik dalam lingkungan kita di negeri orang ini, dan menghindari kita dari respon atau tindakan negatif akibat tindakan yang dianggap “tidak tau adat”. Maka hendaklah kita perhatikan masalah pembicaraan, makanan, pakaian, pergaulan, penampilan dsb.

Tentu saja sikap ini diambil bukan tanpa penyaringan. Sebab dimana-mana yang namanya adat dan budaya dalam pandangan Islam ada dua kemungkinan; ada yang dapat diterima dan ada yang tidak.

Pada hal-hal yang tidak berlawanan dengan ajaran syariat, maka akan sangat bagus jika kita menyesuaikan diri dengan prilaku adat setempat. Apalagi jika nyata-nyata hal tersebut memang dianjurkan atau bahkan diwajibkan dalam syariat.

Untuk mewujudkan hal ini, maka mau tidak mau kita harus peka terhadap kondisi di lingkungan kita. apa yang disukai dan apa yang tidak disukai, perbuatan apa yang disenangi dan yang dibenci. Dalam hal ini kita harus obyektif, jangan terlalu mengandalkan perasaan kita saja.

Jika ada komentar negatif mengenai tindakan kita yang tidak cocok dengan adat setempat (dan itu bukan perkara yang berbenturan dengan agama), jangan sekali-kali kita beralasan “ini kan biasa di kampung saya”. Atau sebaliknya, jangan kita mudah berkomentar negatif terhadap kebiasaan atau adat tertentu (selama tidak melanggar agama dan norma), hanya karena kita merasa bahwa hal tersebut bukan adat kita.

Kesimpulan dalam masalah ini adalah bahwa semakin seseorang luwes dalam membawa diri di negeri rantau, semakin dia dapat eksis dan mudah menjalani kehidupannya.

Namun tentu saja tulisan ini bukan berarti kita menghilangkan jati diri kita atau adat dan budaya kita. Hal tersebut tidak harus dibenturkan. Bahkan sangat indah jika kebaikan di antara dua adat dan budaya tersebut kita kumpulkan dan kita singkirkan segala keburukan-keburukannya.

Nah, Saudaraku yang dirahmati Allah

Segeralah kenali dan pahami adat setempat dan bersikaplah sesuai adat di sekeliling kita selama tidak berbenturan dengan agama kita. In Syaa Allah, kita akan semakin mudah diterima dan mendapatkan perlakuan yang baik. Di samping, kehidupan kita sendiri akan diperkaya dengan berbagai khazanah dan wawasan di luar budaya kita, sehingga dapat menambah pengalaman dan lingkungan pergaulan kita.

Atau paling tidak, kita tidak lagi dikatakan kuper (Kurang Pergaulan).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s