Artikel: Kejeniusan IYAS BIN MU’AWIYAH

qmlbirp3Nama beliau adalah Iyas bin Muawiyah bin Qurrah Al Muzanni, lahir pada tahun 46 H di daerah Yamamah Najed. Kemudian beliau pindah ke Bashrah beserta seluruh keluarganya.

Telah nampak bakat dan kecerdasan beliau sejak masih kecil. Orang-orang sering membicarakan kehebatan dan beritanya kendati beliau masih kanak-kanak.

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Iyas bin Mu’awiyah al-Muzanni diangkat menjadi Qadhi (hakim) di Bashrah. Beliau terkenal sebagai hakim yang cerdas. Alkisah tersebarlah berita tentang kecerdasan Iyas, sehingga orang-orang berdatangan kepadanya dari berbagai penjuru untuk bertanya tentang ilmu dan agama. Sebagian ingin belajar, sebagian lagi ada yang ingin menguji dan ada pula yang hendak berdebat kusir.

Diantara mereka ada Duhqan (seperti jabatan lurah di kalangan Persia dahulu) yang datang ke majelisnya dan bertanya:

Duhqan: “Wahai Abu Wa’ilah, bagaimana pendapatmu tentang minuman yang memabukkan?”

Iyas: “Haram!”

Duhqan: “Dari sisi mana dikatakan haram, sedangkan ia tak lebih dari buah dan air yang diolah, sedangkan keduanya sama-sama halal.” Continue reading

Advertisements

Artikel: “Apa Kata Orang”, atau “Apa Kata Allah” ?

membayangkan-300x208Dengarkanlah cerita saya : “Suatu hari, ada seorang tua bersama anaknya yang masih kecil membeli seekor keledai di sebuah pasar. Selesai membeli, mereka kembali dengan membawa seekor keledai. Di tengah perjalanan, orang-orang yang melihat mereka saling berbisik, rupanya mereka mencemooh orang tua tersebut yang menunggang keledai sementara anak kecilnya berjalan kaki menuntun keledai, “Tega-teganya anak sekecil itu disuruh jalan kaki”. Akhirnya sang orang tua memerintahkan anaknya untuk menunggang keledai sementara dia berjalan kaki. Narrvun orang-orang yang melihatnya juga mencemoohnya, “dasar anak tidak tahu diri, orang tuanya malah disuruh jalan kaki”… begitu celoteh mereka.

Kali ini orang tua dan anaknya tersebut berjalan kaki menuntun keledainya, namun tetap saja orang-orang yang mencemoohnya, “Buat apa belt keledai kalau tidak ditunggangi..”. Terakhir, orang tua tersebut dan anaknya sama-sama menunggang keledai itu, apa yang terjadi ?, ternyata itupun tetap mengundang komentar negatif; “dasar ngga punya ‘kepribinatangan’, keledai kecil seperti itu dinaiki berdua…”… Continue reading

Video Kajian: Nasehat Qasim Al-Juae’, Oleh: Ustadz Ali Nur

ghurabaDiriwayatkan oleh Abdurrahman bin Abi Hatim Ar-rozi’, Aku masuk ke kota Damaskus untuk menulis hadits, kemudian aku melintasi majelisnya Qosim dan aku lihat ada orang-orang yang duduk disekitar Qosim Al-Juae’ dan aku mendengar ia mengatakan:
Carilah keuntungan dari orang-orang dizaman kalian : (artinya bila engkau mendapatkan hal ini, maka engkau telah mendapatkan keuntangan yang sangat besar)
1. Kalau kalian hadir di majelis, tidak ada yang kenal
2. Kalau kalian tidak hadir, tidak ada yang merasa kehilangan
3. Kalau kalian hadirpun , tidak di mintai pendapat.
4. Apabila kalian melakukan perbuatan, tidak ada yang memberi apresiasi. Continue reading

Artikel: Ilegal loging, Oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA.

bumiKetika petaka dengan silih berganti menghampiri negri kita, sebagian orang bilang: Mungkin alam telah bosan untuk bersahabat dengan manusia. 

Ada lagi yang membuat satu analisa bahwa banjir dan tanah longsor sering terjadi karena adanya ilegal loging alias pembalakan liar yang dilakukan dengan tidak bertanggung jawab.

Hutan menjadi gundul, pepohonan ditebang tanpa perhitungan, penghijauan telat dilakukan, Semua itu menyebabkan datangnya banjir, pemanasan global dll.

Analisa di atas bisa saja ada benarnya, Namun pernahkah anda bertanya: Sejak kapankah ada pembalakan liar? 200 tahun silam? Atau 1000 tahun silam, atau mungkinkah ilegal loging terjadi sejak 2000 tahun silam?

Sobat, anda pasti mengetahui bahwa kaum Nabi Nuh alaihissalam dibinasakan dengan banjir, walaupun saat itu dapat dipastikan belum ada ilegal loging.

Bila demikian halnya, apa yang menyebabkan banjir bandang terbesar dalam sejarah umat manusia itu? Continue reading

Artikel: Intinya kita beramal diatas dalil, Oleh : Ibn Andi

photoMasih jelas dlm ingatanku saat itu aku membawa celana kainku yg masih isbal ke tempat tukang jahit kain utk dipotong hingga naik di atas mata kaki. Selang sehari, celana itu aku pakai. Nah, Ayahku yg saat itu menyadari akan perubahanku memanggilku dan berkata; “Nak, knp naikin celana di atas mata kaki? Kamu tdk lagi ikut-ikutan ajarannya kakakmu yg menghilang entah ke mana itu kan? Aku jawab: “Ini sunnah pak, & insya Allah saya tdk sama seperti beliau krn manhaj yg saya pelajari tdk mengajarkan hal yg demikian. Intinya kita beragama di atas dalil saja (al-Qur’an & as-Sunnah).” suasana tenang…

Di lain waktu, ketika beliau (Ayahku) melihatku sholat. Ketika aku bangun dari ruku’ aku bersedekap di dada, kemudian pas saat tahiyat aku menggerak-gerakkan jari telunjuk. Setibanya di rumah, beliau bertanya pdku: “Lah, knp sholat seperti itu, koq sholat seperti hanya main-main sampai goyang-goyangin jari segala?” aku hanya jwb: “Ini sunnah pak, banyak riwayat yg menjelaskan bgmana tata cara sholat nabi. Intinya kita beribadah di atas dalil sj (al-Qur’an & as-Sunnah).

Dan masih banyak kisah-kisah yg lain antara beliau (ayahku) & aku. Dan selalu aku hanya menyampaikan bhwsanya “landasan agama kita ini hanya dua yaitu al-Qur’an & as-Sunnah sbgmana yg dipahami oleh para salafush shalih.” Continue reading

Artikel: Kisah Di Balik Jendela Kereta

keretaAda orang tua yang duduk bersama anaknya yang berumur 25 tahun di dalam kereta. Tampak sekali keceriaan dan kegembiraan di wajah anaknya yang duduk di samping jendela kereta.
Pemuda itu mengeluarkan tangnnya dari jendela dan merasakan terpaan angin seraya berkata riang, “Ayah…ayah…lihatlah, pepohonan berjalan berkebalikan dgn arah kereta!” Orang tua itu hanya tersenyum memandangi anaknya yang bergembira.
Di sampingnya, duduk pasangan suami istri yang mendengar perbincangan orang tua dan anaknya itu. Mereka tampak risih dan terganggu akan perilaku pemuda yang berumur 25 tahun, tapi bertingkah spt bocah.
Lagi-lagi, pemuda itu berteriak kegirangan melihat pemandangan yang dilaluinya, “Ayah…lihat…awan itu jg berjalan mengikuti kereta!”
Semakin risih dan jengkellah pasangan suami itsri yang di sampingnya.  Continue reading

E-Book: Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah & Tuntunan Qurban, Oleh Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman al-Jibrin dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah & Tuntunan Qurban [DOWNLOAD]Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah & Tuntunan Qurban

Recent Posts :

Video Motivasi: Kisah Seorang Anak Tunanetra Yang Hafal Quran, Namun Ia Tidak Menginginkan Untuk Dapat Melihat (Kisah Mengharukan)

Kisah Seorang Anak Tunanetra Yang Hafal Quran, Namun Ia Tidak Menginginkan Untuk Dapat Melihat (Kisah Mengharukan)

Tuna netra penghapal alquran
SYAIKH FAHD AL KANDERI mewancarai anak istimewa ini yang bernama MUADZ. Seorang anak laki-laki TUNANETRA penghafal Al-Quran dari Mesir yang berusia 11 tahun.

Dalam wawancara itu beliau FAHD AL KANDERI menanyakannya perihal bagaimana ia belajar Al-Quran dan kebutaannya.

Semangatnya untuk menghafal ayat-ayat Allah yang mulia membuat langkah kakinya ringan untuk pergi ke tempat gurunya.

“Saya yang datang ke tempat syaikh,” katanya.

“Berapa kali dalam sepekan?” Tanya beliau.

“Tiga hari dalam sepekan,” jawabnya.

Jawaban anak ini kian membuat terkejut ketika anak ini memberitahu beliau SYAIKH FAHD AL KANDERI bahwa Syaikh yang mengajarinya Al-Quran hanya mengajarinya satu ayat per hari.

“Pada awalnya hanya satu hari dalam sepekan. Lalu saya mendesak beliau dengan sangat agar ditambah harinya, sehingga menjadi dua hari dalam sepekan. Syaikh saya sangat ketat dalam mengajar. Beliau hanya mengajarkan satu ayat saja setiap hari,” ujarnya.

“Satu ayat saja?” respon beliau terkejut, takjub dengan semangat baja anak ini.

Dalam tiga hari itu ia khususkan untuk belajar ayat-ayat suci Al-Quran, hingga ia tidak bermain dengan kawan-kawan sebayanya.

Yang lebih mengagumkan adalah pernyataannya tentang kebutaannya. Ia tidak berdoa kepada Allah agar Allah mengembalikan penglihatannya, namun rahmat Allah lah yang ia harapkan.
Continue reading