Faidah Ta’lim 1: Dianjurkan/Sunnah Bagi Wanita Setelah Suci untuk Mandi dan Mengusap Bekas Tempat Darah Itu Dengan Kapas Yang Dibasahi Dengan Misik (Kasturi)

miniature-rose-1Faidah Ta’lim dalam Kitab Al-Lu’lu wal Marjaan (Hadits yang diriwayatkan secara bersama Oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Oleh: Ustadz Muhammad Yusran Anshar, Lc., MA. (Alumni Universitas Islam Madinah)

Malam Jum’at, 06  Rajab  1434 H / 16 Mei 2013 M

استحباب استعمال المغتسلة من الحيض فرصة من مسك في موضع الدم

حديث عَائِشَةَ أَنَّ امْرَأَةً سَأَلَتِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم عَنْ غُسْلِهَا مِنَ الْمَحِيضِ، فَأَمَرَهَا كَيْفَ تَغْتَسِلُ، قَالَ: خُذِي فِرْصَةَ مِنْ مِسْكٍ فَتَطَهَّرِي بِهَا، قَالَتْ: كَيْفَ أَتَطَهَّرُ بِهَا قَالَ: تَطَهَّرِي بِهَا، قَالَتْ: كَيْفَ قَالَ: سُبْحانَ اللهِ تَطَهَّرِي بِهَا فَاجْتَبَذْتُهَا إِلَيَّ، فَقُلْتُ تَتَبَعِي بِهَا أَثَرَ الدَّمِ

BAB 13
DIANJURKAN/SUNNAH BAGI WANITA SETELAH SUCI UNTUK MANDI DAN MENGUSAP BEKAS TEMPAT DARAH ITU DENGAN KAPAS YANG DIBASAHI DENGAN MISIK (KASTURI)

189.  A’isyah r.a. berkata: Seorang wanita tanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. tentang mandi sesudah haidh, maka dijawab oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.: Ambillah sedikit kapas/kain atau semacamnya yang diberi misik (kasturi) dan bersihkan dengan itu. Wanita itu bertanya: Bagaimana bersuci dengan itu? Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Bersihkan dengan itu. Bertanya pula: Bagaimana? Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. bersabda: Subhanallah bersihkan dengan itu. Lalu ditarik oleh A’isyah dan dijelaskan: Usapkan di tempat bekas-bekas darah Itu- (Bukhari, Muslim).

Pembahasan:

Dalam hadits diatas disebutkan bahwa seorang wanita datang dan bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Tidak disebutkan namanya namun diketahui dari Kalangan Anshar. Wanita tersebut bertanya tentang perkara agama “khusus wanita” dan tidak ada pada laki-laki yaitu mandi setelah haidh berhenti. Maka dijawab oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam: Ambillah sedikit kapas/kain atau semacamnya yang diberi misik (kasturi) atau parfum lainnya dan bersihkan dengan itu. Lalu setelah mendapatkan jawaban dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, wanita itupun tidak paham juga sampai bertanya sebanyak 3 kali. Namun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tetap menjawab dengan jawaban yang sama. Jawaban ketiga dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah: Subhanallah bersihkan dengan itu. Mendengar jawaban dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, Maka Aisyah (istri Nabi) kemudian menarik wanita tersebut dan memberi penjelasan: Usapkan kapas/kain yang telah diberi minyak wangi di tempat bekas-bekas darah itu.

Dijelaskan pula bahwa: adanya larangan untuk menunda-nunda mandi setelah haidh berhenti. Bila haidh telah berhenti, maka segera mandi agar tidak ketinggalan 1 waktu shalat. Perkara menunda-nunda ini sangat tercela dan berdosa bila dilakukan.

Beberapa faidah yang bisa dipetik dari pembahasan hadits diatas adalah: Continue reading

Advertisements

Artikel: Kejeniusan IYAS BIN MU’AWIYAH

qmlbirp3Nama beliau adalah Iyas bin Muawiyah bin Qurrah Al Muzanni, lahir pada tahun 46 H di daerah Yamamah Najed. Kemudian beliau pindah ke Bashrah beserta seluruh keluarganya.

Telah nampak bakat dan kecerdasan beliau sejak masih kecil. Orang-orang sering membicarakan kehebatan dan beritanya kendati beliau masih kanak-kanak.

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, Iyas bin Mu’awiyah al-Muzanni diangkat menjadi Qadhi (hakim) di Bashrah. Beliau terkenal sebagai hakim yang cerdas. Alkisah tersebarlah berita tentang kecerdasan Iyas, sehingga orang-orang berdatangan kepadanya dari berbagai penjuru untuk bertanya tentang ilmu dan agama. Sebagian ingin belajar, sebagian lagi ada yang ingin menguji dan ada pula yang hendak berdebat kusir.

Diantara mereka ada Duhqan (seperti jabatan lurah di kalangan Persia dahulu) yang datang ke majelisnya dan bertanya:

Duhqan: “Wahai Abu Wa’ilah, bagaimana pendapatmu tentang minuman yang memabukkan?”

Iyas: “Haram!”

Duhqan: “Dari sisi mana dikatakan haram, sedangkan ia tak lebih dari buah dan air yang diolah, sedangkan keduanya sama-sama halal.” Continue reading

Artikel: —@@ SEPENGGAL DIALOG DI SEBUAH PERNIKAHAN ( WALIMATUL URSY ) @@–

walimah zu & zabidi 8Beberapa komentar orang seputar pernikahan dari sebagian ikhwah penuntut ilmu :

01. Tamu : “Mempelai laki2nya kemana? koq tidak ada di pelaminan?”

Panitia : “Mempelai laki2nya sedang shalat berjama’ah di masjid, pak…”

02. Penghulu : “Calon istrinya mana? koq tidak ada? Biar bisa dimulai akad nikahnya.”

Mempelai laki2 : “Calon istri saya di dalam kamar pak, bersama keluarganya. Belum dihalalkan untuk saya, jadi masih dipisah dulu.”

03. Panitia : “Maaf pak, disini khusus untuk tamu wanita. Sedangkan untuk tamu laki2 disana.”

Tamu : “Lho…koq tamunya dipisah begini? Istri saya bagaimana, dipisah juga? Nanti repot kalo ngajak pulangnya.”

Panitia : “Dipisah biar tidak ikhtilat (campur baur). Kalo bapak mau panggil istri bapak nanti, biar kami yang memanggilkan.”

04. Tamu : “Walimahannya koq sepi kayak kuburan?! Gak ada musiknya…” Continue reading

Artikel: “Apa Kata Orang”, atau “Apa Kata Allah” ?

membayangkan-300x208Dengarkanlah cerita saya : “Suatu hari, ada seorang tua bersama anaknya yang masih kecil membeli seekor keledai di sebuah pasar. Selesai membeli, mereka kembali dengan membawa seekor keledai. Di tengah perjalanan, orang-orang yang melihat mereka saling berbisik, rupanya mereka mencemooh orang tua tersebut yang menunggang keledai sementara anak kecilnya berjalan kaki menuntun keledai, “Tega-teganya anak sekecil itu disuruh jalan kaki”. Akhirnya sang orang tua memerintahkan anaknya untuk menunggang keledai sementara dia berjalan kaki. Narrvun orang-orang yang melihatnya juga mencemoohnya, “dasar anak tidak tahu diri, orang tuanya malah disuruh jalan kaki”… begitu celoteh mereka.

Kali ini orang tua dan anaknya tersebut berjalan kaki menuntun keledainya, namun tetap saja orang-orang yang mencemoohnya, “Buat apa belt keledai kalau tidak ditunggangi..”. Terakhir, orang tua tersebut dan anaknya sama-sama menunggang keledai itu, apa yang terjadi ?, ternyata itupun tetap mengundang komentar negatif; “dasar ngga punya ‘kepribinatangan’, keledai kecil seperti itu dinaiki berdua…”… Continue reading

Artikel: Intinya kita beramal diatas dalil, Oleh : Ibn Andi

photoMasih jelas dlm ingatanku saat itu aku membawa celana kainku yg masih isbal ke tempat tukang jahit kain utk dipotong hingga naik di atas mata kaki. Selang sehari, celana itu aku pakai. Nah, Ayahku yg saat itu menyadari akan perubahanku memanggilku dan berkata; “Nak, knp naikin celana di atas mata kaki? Kamu tdk lagi ikut-ikutan ajarannya kakakmu yg menghilang entah ke mana itu kan? Aku jawab: “Ini sunnah pak, & insya Allah saya tdk sama seperti beliau krn manhaj yg saya pelajari tdk mengajarkan hal yg demikian. Intinya kita beragama di atas dalil saja (al-Qur’an & as-Sunnah).” suasana tenang…

Di lain waktu, ketika beliau (Ayahku) melihatku sholat. Ketika aku bangun dari ruku’ aku bersedekap di dada, kemudian pas saat tahiyat aku menggerak-gerakkan jari telunjuk. Setibanya di rumah, beliau bertanya pdku: “Lah, knp sholat seperti itu, koq sholat seperti hanya main-main sampai goyang-goyangin jari segala?” aku hanya jwb: “Ini sunnah pak, banyak riwayat yg menjelaskan bgmana tata cara sholat nabi. Intinya kita beribadah di atas dalil sj (al-Qur’an & as-Sunnah).

Dan masih banyak kisah-kisah yg lain antara beliau (ayahku) & aku. Dan selalu aku hanya menyampaikan bhwsanya “landasan agama kita ini hanya dua yaitu al-Qur’an & as-Sunnah sbgmana yg dipahami oleh para salafush shalih.” Continue reading

Video Motivasi: Kakek Yang Cacat Fisik Rajin Ke Masjid Untuk Shalat Berjamaah

kakekkuDan, keimanan itulah yang menuntun seorang kakek berusia 77 tahun di sebuah desa di Arab Saudi untuk shalat berjamaah di masjid meski kondisinya cacat.

Meski kakek ini cacat, ia tetap berangkat ke masjid terdekat setiap kali waktu shalat tiba, Ia ke masjid sambil merangkak dengan sokongan kedua tangannya. Subhanallah Allahu Akbar…

Cuplikan sebagian kejadian di atas bisa dilihat di youtube atau di jejaring Facebook. Pengunggah video yang juga perekamnya adalah Abdul Aziz Makhafah, keponakan sang kakek.

Makhafah mengatakan, pamannya itu tinggal di desa Al-Azizah di bukit Saudah dekat kota Abha–Arab Saudi. Sang kakek bernama Abdullah Al Asiri (77) sudah terlahir dalam keadaan cacat dan dirawat oleh kakaknya Ahmad dan dua istrinya.

Kepada Koran Sabq Abdul Aziz menambahkan, kedua istri Ahmad membersihkan dan membuatkan jalan khusus untuk sang kakek agar mudah ke masjid dan tidak tersengat oleh panas matahari.

Lebih mencengangkan, jika hari Jumat kakek ini pergi ke masjid sejauh 3 km dengan merangkak sebelum ada tumpangan kendaraan umum. Meski demikian, ia lebih sering mengurus dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain.

Abdul Aziz Makhafah mengatakan, ia telah membuat sebuah film dokumenter singkat pamannya dan diunggah ke Youtube untuk menunjukkan semangat dan tekadnya untuk pergi ke masjid meski dia dalam kondisi terbatas dan cacat.

Di video tampak sang kakek Abdullah menceritakan kedamaian hidupnya ada di masjid. Capek dan lelah yang dialami tak seberapa nilainya dengan kedamaian itu. Continue reading

Artikel: Kisah Di Balik Jendela Kereta

keretaAda orang tua yang duduk bersama anaknya yang berumur 25 tahun di dalam kereta. Tampak sekali keceriaan dan kegembiraan di wajah anaknya yang duduk di samping jendela kereta.
Pemuda itu mengeluarkan tangnnya dari jendela dan merasakan terpaan angin seraya berkata riang, “Ayah…ayah…lihatlah, pepohonan berjalan berkebalikan dgn arah kereta!” Orang tua itu hanya tersenyum memandangi anaknya yang bergembira.
Di sampingnya, duduk pasangan suami istri yang mendengar perbincangan orang tua dan anaknya itu. Mereka tampak risih dan terganggu akan perilaku pemuda yang berumur 25 tahun, tapi bertingkah spt bocah.
Lagi-lagi, pemuda itu berteriak kegirangan melihat pemandangan yang dilaluinya, “Ayah…lihat…awan itu jg berjalan mengikuti kereta!”
Semakin risih dan jengkellah pasangan suami itsri yang di sampingnya.  Continue reading

Artikel: Percaya boleh tidak juga terserah, Oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, Ma.

Sea Waves3Di dunia ini, terlalu banyak hal yang anda hanya bisa menerimanya tanpa pernah menyoal, apalagi membantahnya.
Api memiliki sifat panas dan membakar, anda hanya bisa percaya dan menerima, tidak pernah protes mengapa tidak disebut saja dengan air.
Sebaliknya juga demikian, air yang membeku di sebut dengan salju, anda juga hanya bisa menerima tanpa ada keinginan untuk protes dan mengusulkan agar diberi nama api.
Hewan seperti domba dan yang serupa, makannya rumput, anda juga tidak pernah menyoalnya.
Dan masih banyak lagi, dan diantara yang paling dekat dengan diri anda, ialah nyawa anda.
Anda percaya bahwa anda bernyawa, walaupun anda tidak bisa melihatnya, atau mendengarnya berbicara kepada anda, dan nalar anda juga tidak kuasa untuk menggambarkan hakikat nyawa anda sendiri.
Bukankah demikian sobat? Continue reading

Video Ceramah: Setiap Manusia Pasti Akan Mati, Oleh Abdurrohman Soleh

Video Ceramah: Setiap Manusia Pasti  Akan Mati, Oleh Abdurrohman Soleh.

Subhanallah, Jagonya berbahasa arab anak kecil ini.
Ceramah anak arab Continue reading