E-Book: Tuntunan Lengkap Pernikahan Disertai Tuntunan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Dalam Masalah Seks, Oleh Abu Ishaq Al-Huwaini Al-Atsari, Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah

Tuntunan Lengkap Pernikahan[DOWNLOAD]

Recent Post

E-Book: Qadha dan Qadar, Ulasan Tuntas Masalah Takdir, Oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Qadha dan Qadar ibnu qoyyim[DOWNLOAD]

Recent Post

E-Book: Panduan Hukum Islam, Oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

panduan hukum islam (i'lamul muwaqi'in) jilid i-iv _ ibnul qayyim jawziyyah

[DOWNLOAD]

Recent Post

E-Book: Jangan Dekati Zina Oleh Al Imam Ibnul Qoyyim

jangandekatizinaMelihat bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh zina merupakan bahaya yang tergolong besar, disamping juga bertentangan dengan aturan universal yang diberlakukan untuk menjaga kejelasan nasab ( keturunan ), menjaga kesucian dan kehormatan diri, juga mewaspadai hal hal yang menimbulkan permusuhan serta perasaan benci diantara manusia, disebabkan pengrusakan terhadap kehormatan istri, putri, saudara perempuan dan ibu mereka, yang ini semua jelas akan merusak tatanan kehidupan.

Melihat hal itu semua, pantaslah bahaya zina itu – bobotnya – setingkat dibawah pembunuhan. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menggandeng keduanya di dalam Al Qur’an, juga Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam dalam keterangan hadits beliau. Al Imam Ahmad berkata : “Aku tidak mengetahui sebuah dosa – setelah dosa membunuh jiwa – yang lebih besar dari dosa zina.”

Dan Allah menegaskan pengharamannya dalam firmanNya :“Dan orang orang yang tidak menyembah Tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya ) kecuali dengan ( alasan ) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat ( pembalasan ) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam kaedaan terhina kecuali orang orang yang bertaubat ” ( QS. Al Furqon, 68 –70 ). 

Dalam ayat tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala menggandengkan zina dengan syirik dan membunuh jiwa, dan vonis hukumannya adalah kekal dalam azab yang berat yang dilipat gandakan, selama pelakunya tidak menetralisir hal tersebut dengan cara bertaubat, beriman dan beramal shaleh. Continue reading