Artikel: Ilegal loging, Oleh Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA.

bumiKetika petaka dengan silih berganti menghampiri negri kita, sebagian orang bilang: Mungkin alam telah bosan untuk bersahabat dengan manusia. 

Ada lagi yang membuat satu analisa bahwa banjir dan tanah longsor sering terjadi karena adanya ilegal loging alias pembalakan liar yang dilakukan dengan tidak bertanggung jawab.

Hutan menjadi gundul, pepohonan ditebang tanpa perhitungan, penghijauan telat dilakukan, Semua itu menyebabkan datangnya banjir, pemanasan global dll.

Analisa di atas bisa saja ada benarnya, Namun pernahkah anda bertanya: Sejak kapankah ada pembalakan liar? 200 tahun silam? Atau 1000 tahun silam, atau mungkinkah ilegal loging terjadi sejak 2000 tahun silam?

Sobat, anda pasti mengetahui bahwa kaum Nabi Nuh alaihissalam dibinasakan dengan banjir, walaupun saat itu dapat dipastikan belum ada ilegal loging.

Bila demikian halnya, apa yang menyebabkan banjir bandang terbesar dalam sejarah umat manusia itu? Continue reading

Artikel: Intinya kita beramal diatas dalil, Oleh : Ibn Andi

photoMasih jelas dlm ingatanku saat itu aku membawa celana kainku yg masih isbal ke tempat tukang jahit kain utk dipotong hingga naik di atas mata kaki. Selang sehari, celana itu aku pakai. Nah, Ayahku yg saat itu menyadari akan perubahanku memanggilku dan berkata; “Nak, knp naikin celana di atas mata kaki? Kamu tdk lagi ikut-ikutan ajarannya kakakmu yg menghilang entah ke mana itu kan? Aku jawab: “Ini sunnah pak, & insya Allah saya tdk sama seperti beliau krn manhaj yg saya pelajari tdk mengajarkan hal yg demikian. Intinya kita beragama di atas dalil saja (al-Qur’an & as-Sunnah).” suasana tenang…

Di lain waktu, ketika beliau (Ayahku) melihatku sholat. Ketika aku bangun dari ruku’ aku bersedekap di dada, kemudian pas saat tahiyat aku menggerak-gerakkan jari telunjuk. Setibanya di rumah, beliau bertanya pdku: “Lah, knp sholat seperti itu, koq sholat seperti hanya main-main sampai goyang-goyangin jari segala?” aku hanya jwb: “Ini sunnah pak, banyak riwayat yg menjelaskan bgmana tata cara sholat nabi. Intinya kita beribadah di atas dalil sj (al-Qur’an & as-Sunnah).

Dan masih banyak kisah-kisah yg lain antara beliau (ayahku) & aku. Dan selalu aku hanya menyampaikan bhwsanya “landasan agama kita ini hanya dua yaitu al-Qur’an & as-Sunnah sbgmana yg dipahami oleh para salafush shalih.” Continue reading

E-Book: Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Sesungguhnya mempelajari aqidah Islam dan mendakwahkannya merupakan kewajiban yang paling wajib dan tugas yang paling penting. Sebab, diterima atau tidaknya amal tergantung pada kebenaran aqidah. Kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat tidak bisa tercapai kecuali dengan berpegang teguh pada aqidah yang benar dan bebas dari hal-hal yang berlawanan dengannya, atai yang merusa kemurniannya dan mengurangi kesempurnaannya.

Aqidah Islam, sebagaimana tercermin pada aqidah Ahli Sunnah wal Jamaah, adalah aqidah yang benar dan diridhoi oleh Allah untuk hamba-hamba-Nya. Itulah aqidah para Nabi dan rasul, Continue reading

E-Book: Aqidah Salaf Ashabul Hadits

Kitab ini ditulis oleh Syaikhul Islam Abu Isma’il Ash-Shabuni (373H – 449 H). Beliau sosok Ulama yang gigih menuntut ilmu, pada umur 10 tahun sudah menjadi juru nasehat. Imam Al-Baihaqi berkata :” Beliau adalah syaikhul Islam sejati, dan imam kaum muslimin sebenar-benarnya”.

Yang ada dihadapan pembaca ini merupakan  ringkasan, pembahasan yang hampir mirip tidak diulang-ulang serta tidak disebutkan para perawinya. Takhrij hadits yang ada sebagian besar merujuk kitab yang ditahqiq oleh Badar bin Abdullah Al-Badar

[Syaikh Abu Utsman berkata]: Semoga Allah melimpahkan taufik. Sesungguhnya Ashhabul Hadits (yang berpegang teguh kepada Al-Kitab dan As-Sunnah)-semoga Allah menjaga mereka yang masih hidup dan merahmati mereka yang telah wafat-adalah orang-orang yang bersaksi atas keesaan Allah, dan bersaksi atas kerasulan dan kenabian Muhammad shallallahu `alaihi wa sallam. Continue reading

E-Book: Aqidah Bagi Tiap Mukmin

Aqidah Tauhid merupakan pokok diinul Islam, dimana tugas utama semua Nabi dan Rasul adalah menyampaikan Aqidah Tauhid, menegakkannya, serta mendidik umat di atas fondasi ini. Umat yang kuat aqidahnya akan terbebas dari semua perbudakan dan belenggu keyakinan yang menghalangi kemajuan berfikir dan produktifitas amal sholeh. Aqidah kuat yang menghunjam di hati akan melahirkan buah cinta, takut dan harapan serta ketundukan yang tinggi terhadap Alloh, dan ikatan hati yang kuat sesama kaum mukminin, serta semangat beramal sholeh. Alloh berfirman:

Apakah kalian tidak melihat bagaimana Alloh membikin perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya menhunjam kuat, sedangkan dahannya(menjulur) ke langit. Ia memberikan buahnya setiap saat dengan izin PemeliharaNya, dan Alloh membikin perumpamaan buat manusia agar mereka ingat. (QS Ibrohim 2425).

Continue reading

E-Book: FAKTOR-FAKTOR MANTAPNYA AQIDAH DI DALAM JIWA

Pertama : Berpegang teguh dengan al-Kitâb dan as-Sunnah
Kedua : Keyakinan as-Salaf bahwa al-Kitâb dan as-Sunnah saling menjelaskan (menafsirkan)
Ketiga : Kembali kepada al-Kitâb dan as-Sunnah di saat berselisih
Keempat : Fithrah yang lurus
Kelima : Akal mereka yang sehat
Keenam : Wajib merasa tenang dengan aqidah ini
Ketujuh : Mengikat dengan pemahaman sahabat dan yang mengikuti mereka
Kedelapan : Bersikap moderat (wasath) dan pertengahan (i’tidal)
Kesembilan : Tidak mendahulukan akal daripada naql
Kesepuluh : Hubungan yang baik dengan Allôh
Kesebelas : Yakin secara sempurna terhadap aqidah ini
Kedua belas : Berkeyakinan bahwa mengimani Allôh, asmâ` dan shifat-shifat-Nya serta hari akhir, adalah yang didatangkan oleh wahyu
Ketiga belas : Aqidah yang jelas dan jauh dari ketidakjelasan
Keempat belas : Mengambil pelajaran tentang keadaan ahli ahwa terdahulu
Kelima belas : Mempersatukan kalimat tidak berpecah belah.
Continue reading