Artikel: “Apa Kata Orang”, atau “Apa Kata Allah” ?

membayangkan-300x208Dengarkanlah cerita saya : “Suatu hari, ada seorang tua bersama anaknya yang masih kecil membeli seekor keledai di sebuah pasar. Selesai membeli, mereka kembali dengan membawa seekor keledai. Di tengah perjalanan, orang-orang yang melihat mereka saling berbisik, rupanya mereka mencemooh orang tua tersebut yang menunggang keledai sementara anak kecilnya berjalan kaki menuntun keledai, “Tega-teganya anak sekecil itu disuruh jalan kaki”. Akhirnya sang orang tua memerintahkan anaknya untuk menunggang keledai sementara dia berjalan kaki. Narrvun orang-orang yang melihatnya juga mencemoohnya, “dasar anak tidak tahu diri, orang tuanya malah disuruh jalan kaki”… begitu celoteh mereka.

Kali ini orang tua dan anaknya tersebut berjalan kaki menuntun keledainya, namun tetap saja orang-orang yang mencemoohnya, “Buat apa belt keledai kalau tidak ditunggangi..”. Terakhir, orang tua tersebut dan anaknya sama-sama menunggang keledai itu, apa yang terjadi ?, ternyata itupun tetap mengundang komentar negatif; “dasar ngga punya ‘kepribinatangan’, keledai kecil seperti itu dinaiki berdua…”… Continue reading