Artikel: “Apa Kata Orang”, atau “Apa Kata Allah” ?

membayangkan-300x208Dengarkanlah cerita saya : “Suatu hari, ada seorang tua bersama anaknya yang masih kecil membeli seekor keledai di sebuah pasar. Selesai membeli, mereka kembali dengan membawa seekor keledai. Di tengah perjalanan, orang-orang yang melihat mereka saling berbisik, rupanya mereka mencemooh orang tua tersebut yang menunggang keledai sementara anak kecilnya berjalan kaki menuntun keledai, “Tega-teganya anak sekecil itu disuruh jalan kaki”. Akhirnya sang orang tua memerintahkan anaknya untuk menunggang keledai sementara dia berjalan kaki. Narrvun orang-orang yang melihatnya juga mencemoohnya, “dasar anak tidak tahu diri, orang tuanya malah disuruh jalan kaki”… begitu celoteh mereka.

Kali ini orang tua dan anaknya tersebut berjalan kaki menuntun keledainya, namun tetap saja orang-orang yang mencemoohnya, “Buat apa belt keledai kalau tidak ditunggangi..”. Terakhir, orang tua tersebut dan anaknya sama-sama menunggang keledai itu, apa yang terjadi ?, ternyata itupun tetap mengundang komentar negatif; “dasar ngga punya ‘kepribinatangan’, keledai kecil seperti itu dinaiki berdua…”… Continue reading

Artikel: Intinya kita beramal diatas dalil, Oleh : Ibn Andi

photoMasih jelas dlm ingatanku saat itu aku membawa celana kainku yg masih isbal ke tempat tukang jahit kain utk dipotong hingga naik di atas mata kaki. Selang sehari, celana itu aku pakai. Nah, Ayahku yg saat itu menyadari akan perubahanku memanggilku dan berkata; “Nak, knp naikin celana di atas mata kaki? Kamu tdk lagi ikut-ikutan ajarannya kakakmu yg menghilang entah ke mana itu kan? Aku jawab: “Ini sunnah pak, & insya Allah saya tdk sama seperti beliau krn manhaj yg saya pelajari tdk mengajarkan hal yg demikian. Intinya kita beragama di atas dalil saja (al-Qur’an & as-Sunnah).” suasana tenang…

Di lain waktu, ketika beliau (Ayahku) melihatku sholat. Ketika aku bangun dari ruku’ aku bersedekap di dada, kemudian pas saat tahiyat aku menggerak-gerakkan jari telunjuk. Setibanya di rumah, beliau bertanya pdku: “Lah, knp sholat seperti itu, koq sholat seperti hanya main-main sampai goyang-goyangin jari segala?” aku hanya jwb: “Ini sunnah pak, banyak riwayat yg menjelaskan bgmana tata cara sholat nabi. Intinya kita beribadah di atas dalil sj (al-Qur’an & as-Sunnah).

Dan masih banyak kisah-kisah yg lain antara beliau (ayahku) & aku. Dan selalu aku hanya menyampaikan bhwsanya “landasan agama kita ini hanya dua yaitu al-Qur’an & as-Sunnah sbgmana yg dipahami oleh para salafush shalih.” Continue reading

Video Ceramah: Setiap Manusia Pasti Akan Mati, Oleh Abdurrohman Soleh

Video Ceramah: Setiap Manusia Pasti  Akan Mati, Oleh Abdurrohman Soleh.

Subhanallah, Jagonya berbahasa arab anak kecil ini.
Ceramah anak arab Continue reading

E-Book: Peringatan Bagi Para Pemuda Dari “Bahaya Isbal” (Menurunkan Pakaian di Bawah Mata Kaki))

Adalah suatu kewajiban bagi muslimin untuk mencintai Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wa sallam, menta’ati beliau dengan melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya serta membenarkan berita yang dibawa beliau. Itu semua bisa menunjukkan realisasi Syahadat  Laa ilaha illa Alloh dan Muhammad Rasulullah. Dengan itu dia bisa mendapatkan pahala dan selamat dari hukuman Alloh.

Tanda dan bukti hal itu adalah dengan terus komitmen melaksanakan simbol-simbol Islam, dalam bentuk perintah, larangan, penerangan, ucapan, keyakinan maupun amalan. Dan hendaklah dia mengatakan : “sami’na wa atha’na Continue reading

KISAH ANAK LAKI-LAKI DAN POHON APEL

Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yang amat besar. Seorang anak laki-laki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari. Dia memanjat pohon tersebut, memetik serta memakan apel sepuas-puas hatinya, dan ada kalanya dia beristirahat lalu terlelap di perdu pohon apel tersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangi tempat permainannya. Pohon apel itu juga menyukai anak tersebut.

Masa berlalu… anak lelaki itu sudah besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain di sekitar pohon apel tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pohon apel tersebut dengan wajah yang sedih. “Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohon apel itu. “Aku bukan lagi kanak-kanak, aku tidak suka lagi bermain dengan engkau,” jawab remaja itu.” Aku mau permainan. Aku perlukan uang untuk membelinya,” tambah remaja itu dengan nada yang sedih. Lalu pohon apel itu berkata, “

Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku. Juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kamu dapat membeli permainan yang kamu inginkan. “Remaja itu dengan gembiranya memetik semua apel dipohon itu dan pergi dari situ. Dia tidak kembali lagi selepas itu. Pohon apel itu merasa sedih.

Masa berlalu…Suatu hari, remaja itu kembali. Dia semakin dewasa. Pohon apel itu merasa gembira. “Marilah bermain-main di sekitarku,” ajak pohon apel itu.”Aku tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin membina rumah sebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Bolehkah kau menolongku? ” Tanya anak itu.”

Maafkan aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi kamu boleh memotong dahan-dahanku yang besar ini dan kamu buatlah rumah dari padanya.” Pohon apel itu memberikan cadangan. Lalu, remaja yang semakin dewasa itu memotong semua dahan pohon apel itu dan pergi dengan gembiranya. Pohon apel itu pun turut gembira tetapi kemudian merasa sedih karena remaja itu tidak kembali lagi selepas itu.

Continue reading