Artikel: —@@ SEPENGGAL DIALOG DI SEBUAH PERNIKAHAN ( WALIMATUL URSY ) @@–

walimah zu & zabidi 8Beberapa komentar orang seputar pernikahan dari sebagian ikhwah penuntut ilmu :

01. Tamu : “Mempelai laki2nya kemana? koq tidak ada di pelaminan?”

Panitia : “Mempelai laki2nya sedang shalat berjama’ah di masjid, pak…”

02. Penghulu : “Calon istrinya mana? koq tidak ada? Biar bisa dimulai akad nikahnya.”

Mempelai laki2 : “Calon istri saya di dalam kamar pak, bersama keluarganya. Belum dihalalkan untuk saya, jadi masih dipisah dulu.”

03. Panitia : “Maaf pak, disini khusus untuk tamu wanita. Sedangkan untuk tamu laki2 disana.”

Tamu : “Lho…koq tamunya dipisah begini? Istri saya bagaimana, dipisah juga? Nanti repot kalo ngajak pulangnya.”

Panitia : “Dipisah biar tidak ikhtilat (campur baur). Kalo bapak mau panggil istri bapak nanti, biar kami yang memanggilkan.”

04. Tamu : “Walimahannya koq sepi kayak kuburan?! Gak ada musiknya…”

05. Tamu A : “Mau kemana pak?”

Tamu B : “Mau keluar dulu, cari tempat aman.

Mau ngerokok, gak enak kalo habis makan gak ngerokok. Disini dilarang merokok soalnya.”

06. Tamu : “Koq duduk sendirian di pelaminan? istrinya mana? Lagi marahan?”

Mempelai laki-laki : “Istri saya di ruangan khusus wanita melayani tamu-tamu wanita. Maklum dipisah ruangannya.”

Tamu : “Nah saya kan ingin tahu seperti apa istri kamu?”

Mempelai laki-laki: “Cemburunya saya besar pak, hehehe…kalo datang tamu laki2-laki yang tampan, wah bisa-bisa nanti istri saya gak mau sama saya, jadi batal nikahnya…hehehe…”

07. Tamu : “Mempelai laki2nya yang mana?”

Panitia : “Itu pak yang pake baju koko.”

Tamu : “Oh…saya kira tadi panitia juga. Koq mempelai laki-lakinya gak di make up atau di dandanin?!

Minimal pake jas atau pakaian pengantin.”

Panitia : “Mempelainya gak mau di dandanin, katanya menyerupai banci.”

08. Tamu : “Walimahannya seram amat, masak pagar ayunya berewokan semua?!”

09. Tamu : “Mantab…cindera matanya berupa buku2 islam dan mp3 ceramah.”

10. Tamu : “Khutbah nikahnya bagus sekali…manggil dari mana ustadznya?”

Panitia : “Itu mempelai laki2nya yang khutbah tadi.”

11. Tamu : “Maharnya kecil sekali, padahal orang kaya. Pengantin laki2nya pelit ya?”

Panitia : “Bukan pelit, katanya biar bisa mengamalkan sunnah yaitu dengan mahar yang murah. Tapi diluar itu, hadiah2 untuk istrinya sangat banyak sekali.”

12. Tamu : “Hehehe…pakaian pengantinnya aneh…yang pria kayak mau pergi ke sawah, pake jas hitam, sepatu hitam, celananya ngatung sebetis?!

Yang perempuannya jadi ninja, pake sarung tangan, muka ditutup, percuma di make up.”

13. Tamu : “Kamu kan bercadar, orang2 tidak ada yang tahu wajah kamu, koq bisa dapat suami? Bagaimana caranya? Kan seperti membeli kucing dalam karung?”

Mempelai wanita : “Sebelumnya kami ta’aruf dulu (pengenalan) dan nazhar (memperlihatkan wajah ke calon suami). Jika calon suami saya setuju, maka dilakukan proses berikutnya yaitu khitbah atau akad.”

14. Tamu : “Perempuan yang disebelahnya pengantin pria siapa?

Koq deket amat sama pengantin prianya? Apa pengantin perempuannya gak cemburu??”

Panitia: “Itu istri pertamanya pak…”

Sumber :

http://www.facebook.com/profile.php?id=100000245845485

2 responses to “Artikel: —@@ SEPENGGAL DIALOG DI SEBUAH PERNIKAHAN ( WALIMATUL URSY ) @@–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s